Langsung ke konten utama

Berjumpa Kawan Lama

Kekuatan pikiran benar adanya.
Beberapa hari lalu, saya melihat seorang kawan lama duduk di depan halte sebuah perkantoran.
Saya lupa,
Sepertinya sih saat itu entah saya menggunakan busway, atau mobil, atau ojek.
Hanya berlalu, tapi saya yakin,
dia itu kawan lama saya.

Berpikir kembali,
Ahya ternyata setelah saya lihat instagram nya. Ia memang bekerja tepat dekat halte yang saya lihat.
Kemungkinan besar, ia adalah ia.
Kawan lama saya.

Ahh.. mungkin nanti bisa ketemua di halte busway.

Lalu, tadi..
Saya sedang menunggu busway jurusan pinang ranti
Menengok ke belakang, lhoo seperti nya saya kenal
Maulah saya sebenarnya menyapa
Tapi apadaya kerumunan orang membuat tak sesederhana menyapa ia yang di belakang

Naik lah saya ke busway
Saya tengok2
Aaa ternyata ia ada di bagian tengah
Dan saya di bagian belakang
Yaa... masih dengan kerumumanan orang-orang
Membuat saya tak jadi menyapa lagi

Saya salah.
Saya salah karna tlah berprasangka baik dengan kemacetan jakarta.
Berharap dalam setengah jam bisa sampai di halte busway terakhir.
Tuk laksanakan kewajiban solat magrib

Waktu tlah menunjukkan 20 menit lagi menjelang isya.
Saya gelisah.
Bagaimana ini....
Kalau saya turun disini, dimana musilanya? Sepertinya saya tdk pernah lihat musola di halte buway ini..
UKI.

Akhirnya saya bertekad.. untuk tetap turun. Meski tak tau kemana.
Saya lihat kawan lama saya turun duluan
Kemudian saat giliran saya,
Saya sudah tak bsa melihat dimana gerangan dirinya.
Ah... tak jadi saya menyapa
Yasudahlah

Lalu saya bergegas
Bertanya pada petugas
Dimana kah musola berada?
Di sebelah kiri.. bagian ujung
Saya berjalan cepat
Berbalapan dengan waktu
Yaaa kurang dari 20 menit lagi isya

Ah! Saya dapatkan musola nya!
Saya masuk - buru buru- mencari tempat wudhu
Dan di depan saya..
Mayang?
Yaa...dia kawan lama saya...

Sungguh benar,
Tak ada yang kebetulan
Semua terjadi karena izin Allah

Dari pertemuan yang sebentar itu,
Kami sempat bercerita
Meski hanya sederhana

Pinang Ranti, 10 Desember 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekrutmen Management Trainee PT Astra International Tbk

Halo guys! Pada kali ini, sy akan membayar hutang saya pada diri saya sendiri. Jadi ceritanya, di akhir tahun 2017 kemarin, saya terlintas dalam hati untuk menulis blog tentang pengalaman saya mrngikuti Rekrutmen Management Trainee PT Astra International Tbk. Dalam hati saya, “lolos gak lolos, gue harus tetep ceritain di blog.”. NAH! Ini itu prosesnya sudah saya ikuti dari bulan Oktober.. udah keluar juga haslya, cuma karena alasan blablabla, baru bisa sekarang nulis. Hehe. Lemmepay this account payable. Oke langsung aja, gausah saya jelaskan profil perusahaannya, temen-temen pasti sudah familiar kan dengan PT Astra International Tbk?. Jadi.. sekitar bulan Agustus atau September 2017, saya iseng-iseng apply di https://virtue.astra.co.id sebuah career portal milik PT Astra International Tbk yang jika kita ingin melamar kerja di Astra pusat atau anak-anak perusahaannya, harus melalui wesite tersebut. Saat mendaftar, saya sebenarnya gak niat-niat banget. Karena saya ud...

The power of “laa hawla wa laa quwwata illa billah”

"Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah" Seminggu yang lalu, ada seorang teman yang bercerita tentang lika-liku skripsinya, ia terpaksa harus menambah satu semester lagi untuk menyelesaikan skripsinya. Ia mengaku jujur bahwa hal tersebut disebabkan karena ia yang tidak fokus mengerjakan skripsi karena sambil bekerja . Singkat cerita, sy menenangkan ia, sy kirimkan screenshoot Q.S. Asy-Syura:30 dan Q.S. Al-Baqarah:153 serta hadist yang menjelaskan bahwa musibah yang menimpa manusia itu akibat perbuatan/dosanya sendiri dan tiada musibah yang menimpa manusia sekalipun tertusuk duri kecuali untuk menghapus dosa kita “Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641 . Keesokkan harinya, sy terinspirasi menulis tentang "doa" (di posti...

Tersandung

Bukanlah karena tidak tau, kita terjatuh. Tidaklah karena bodoh, kita tersandung. Kita tau, Namun tetap memilih apa yang kita mau, Meski dari awal paham bahwa yang diteruskan tak memuaskan akal. Perang akan terus terjadi, antara hawa nafsu dan akal. Hanya Ilmu bermanfaat yang memenangkan dan menenangkan. Juga teman perjalanan yang tulus yang siap menarik ke jalan yang lurus. 9/12/23 22:13 WIB