Ada dua sikap saat melihat kebahagiaan orang lain. Ikut berbahagia, atau tidak timbul iri.
Kita semua belajar, untuk ikut berbahagia atas semua nikmat yang kita lihat disandingkan pada orang lain.
Kita mungkin merasa biasa, jika nikmat tetangga adalah nikmat yang sudah pernah kita rasakan sebelumnya. Ah, saya sudah merasakan.
Sayangnya, syaitan punya cara.
Menghasut pikiran untuk jadi tidak bahagia.
Karena pencapaian entah kesenangan orang lain yang kita lihat.
RIDHA,
Maka kita belajar untuk ridha atas semua yang tertuliskan pada kita. Pun pada orang lain yang sudah ada ketetapannya. Yang kita tak tau apa yang diambil darinya sebelumnya.
RIDHA.
Kita semua belajar, untuk ikut berbahagia atas semua nikmat yang kita lihat disandingkan pada orang lain.
Kita mungkin merasa biasa, jika nikmat tetangga adalah nikmat yang sudah pernah kita rasakan sebelumnya. Ah, saya sudah merasakan.
Sayangnya, syaitan punya cara.
Menghasut pikiran untuk jadi tidak bahagia.
Karena pencapaian entah kesenangan orang lain yang kita lihat.
RIDHA,
Maka kita belajar untuk ridha atas semua yang tertuliskan pada kita. Pun pada orang lain yang sudah ada ketetapannya. Yang kita tak tau apa yang diambil darinya sebelumnya.
RIDHA.
Komentar
Posting Komentar