Langsung ke konten utama

Satu hari tiga cerita (3)

[Financial Technology yang Menyayat Hati]

Cerita terakhir datang dari seorang teman lama satu almamater. Ada yang baru dari rupanya. Ia telah beranjak. Berhijab.

"Di (ia menyebutkan nama kantor lamanya), adalah titik balik kehidupan gue."

"Di sana belajar banyak hal."

Saya sangat lega ketika mendengar iatak lagi bekerja di lembaga riba. Bukan. Bukan rentenir. Tapi lembaga riba yang lebih modern. Industri nya di istilahkan dengan "Fintech". Walau perlu dicatat tidak semua fintech mengandung riba,
Nyata nya.. fintech yang proses bisnisnya riba.. sekarang digandrungi masyarakat. Maksud saya, pinjam dana online.

Saya pun dengan khidmat mendengarkan ceritanya. Teman saya ini saat bekerja disana, bekerja sebagai lead researcher yang salah satu tugasnya keluar luar kota mengamati proses penagihan si tukang tagih.

"Yaa lo tau gw gak tegaan kan."

Lalu teman saya menceritakan banyak case yang ia temui. Ada seorang wanita yang bunuh diri karena terjerat hutang di 20 pinjam online. Padahal orang tua nya sebenarnya mampu. Tapi mungkin ia malu untuk minta bantuan. Kemudian ada juga yang karena memiliki banyak kucing, sampai meminjam dana online (hm mungkin buat perawatannya ya). Itu sih salah satu contohnya.

"Gw melihat gimana kejamnya."

Ah merinding deh pokoknya pas saya dengar kesaksian teman saya. Karena faktanya, banyak masyarakat Indonesia yang terjerat hutang. Dari kalangan bawah sampai kalangan atas.

"Mereka tuh biasanya pinjam online buat nutupin tagihan kartu kredit mereka."

"Yang lain?" Teman saya menanggapi

"Yang lain yaa buat belanja".

"Jadi kesimpulannya, banyakan kaum menengah atas atau menengah kebawah yang pinjam online."

"Tetep sih.. ke bawah."

---

Positifnya, sehabis itu teman saya menceritakan pengalamannya yang memiliki teman kantor (saat di lembaga riba tersebut) yang kebanyakan etnies tionghoa. Bagaimana di umur 25 taun sudah bisa membeli apartemen Rasuna secara cash. Lalu tentang kerja keras mereka, cara mengelola keuangan mereka, dan kemandirian mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekrutmen Management Trainee PT Astra International Tbk

Halo guys! Pada kali ini, sy akan membayar hutang saya pada diri saya sendiri. Jadi ceritanya, di akhir tahun 2017 kemarin, saya terlintas dalam hati untuk menulis blog tentang pengalaman saya mrngikuti Rekrutmen Management Trainee PT Astra International Tbk. Dalam hati saya, “lolos gak lolos, gue harus tetep ceritain di blog.”. NAH! Ini itu prosesnya sudah saya ikuti dari bulan Oktober.. udah keluar juga haslya, cuma karena alasan blablabla, baru bisa sekarang nulis. Hehe. Lemmepay this account payable. Oke langsung aja, gausah saya jelaskan profil perusahaannya, temen-temen pasti sudah familiar kan dengan PT Astra International Tbk?. Jadi.. sekitar bulan Agustus atau September 2017, saya iseng-iseng apply di https://virtue.astra.co.id sebuah career portal milik PT Astra International Tbk yang jika kita ingin melamar kerja di Astra pusat atau anak-anak perusahaannya, harus melalui wesite tersebut. Saat mendaftar, saya sebenarnya gak niat-niat banget. Karena saya ud...

The power of “laa hawla wa laa quwwata illa billah”

"Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah" Seminggu yang lalu, ada seorang teman yang bercerita tentang lika-liku skripsinya, ia terpaksa harus menambah satu semester lagi untuk menyelesaikan skripsinya. Ia mengaku jujur bahwa hal tersebut disebabkan karena ia yang tidak fokus mengerjakan skripsi karena sambil bekerja . Singkat cerita, sy menenangkan ia, sy kirimkan screenshoot Q.S. Asy-Syura:30 dan Q.S. Al-Baqarah:153 serta hadist yang menjelaskan bahwa musibah yang menimpa manusia itu akibat perbuatan/dosanya sendiri dan tiada musibah yang menimpa manusia sekalipun tertusuk duri kecuali untuk menghapus dosa kita “Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641 . Keesokkan harinya, sy terinspirasi menulis tentang "doa" (di posti...

Tersandung

Bukanlah karena tidak tau, kita terjatuh. Tidaklah karena bodoh, kita tersandung. Kita tau, Namun tetap memilih apa yang kita mau, Meski dari awal paham bahwa yang diteruskan tak memuaskan akal. Perang akan terus terjadi, antara hawa nafsu dan akal. Hanya Ilmu bermanfaat yang memenangkan dan menenangkan. Juga teman perjalanan yang tulus yang siap menarik ke jalan yang lurus. 9/12/23 22:13 WIB